Di antara celah-celah sepi
Aku kembali menafsirkan jejakmu
Seperti bisik yang tertinggal di balik senyap
Memanduku mencari gelegar puisi
Yang pernah menyala dalam hatiku
Pada malam yang turun tanpa tanda
Kususuri lengkung kenangan yang memudar
Di sana teriakan puisi berbisik lirih
Menyentuhku dengan getir yang lama kupendam
Seolah rindu masih mengintai dari kejauhan
Setiap langkah yang kutempuhi perlahan
Adalah upaya menjemput pesona puisi yang hilang
Siluetmu bersinar di antara bayang-bayang waktu
Mengajak jiwaku kembali pulang
Pada sunyi yang dulu kita bagi
Dan kini, saat langkahku kembali samar
Aku menemukanmu berdiam di tepi kesadaranku
Puisi yang menunggu dibangunkan
Puisi yang memeluk gelegar, teriakan, dan pesonanya sendiri
Di sanalah rinduku menjelma puisi
Sumber; Wanita Hujan



Tidak ada komentar:
Posting Komentar